Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga & Karier

KONDISI ketika suami istri sama-sama berkarier ternyata tidak mudah. Namun, hal itu kembali lagi pada pasangan masing-masing. Menurut Psikolog Rudangta Arianti Sembiring Psi, sebaiknya keluargalah yang harus menjadi prioritas utama.

Salah satu langkah yang harus ditempuh untuk memeroleh keharmonisan rumah tangga menurut psikolog lulusan Universitas Padjajaran itu adalah dengan menjalin komunikasi efektif di antara kedua belah pihak. Sebab komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam pernikahan, bahkan dapat dikatakan bahwa komunikasi adalah denyutnya pernikahan.

“Pada umumnya di zaman modern seperti saat ini orang sudah punya telepon genggam. Jadi meskipun pasangan suami istri (pasutri) sama-sama memiliki kesibukan, tetap dapat memantau satu sama lain dengan cara saling berkirim kabar melalui pesan pendek atau e-mail. Selain itu, pasutri dapat mengatur jadwal untuk meluangkan waktu bersama ketika weekend tiba,” papar Rudangta ketika dihubungi okezone melalui telepon genggamnya, Jumat (29/2/2008).

Menurut staf pengajar di Universitas Kristen Satya Wacana itu, meski memiliki waktu yang sempit untuk bertemu, tetap harus diusahakan seoptimal mungkin.

“Ketika memiliki waktu untuk bertemu, sebaiknya gunakan untuk membicarakan tentang segala hal. Terutama mengikuti perkembangan masing-masing, mulai dari rumah tangga, anak hingga pekerjaan. Karena bila tidak dilakukan, akan membuat jarak yang jauh dan perasaan asing ketika bertemu dengan pasangan,” kata wanita ramah ini.

Bahkan, sambung Rudangta, agar hubungan suami istri senantiasa harmonis sebaiknya coba untuk mencuri waktu di sela-sela kepadatan rutinitas sehari-hari hanya untuk pasangan.

“Pasutri harus mencuri waktu bersama di sela-sela kesibukan sehari-hari untuk bekerja dan keluarga. Salah satunya dapat dengan mengambil cuti bersama dan meluangkan waktu untuk berlibur ke luar kota atau luar negeri. Karena kalau tidak begitu, akan membuat pasutri harus menyesuaikan diri dari awal lagi,” imbuhnya.

Masih menurut Rudangta, tidak ada salahnya menitipkan anak pada orangtua ketika melakukan rutinitas tersebut.

“Untuk menjaga kualitas berdua memang harus meluangkan waktu berdua. Maka, tidak ada salahnya sekali waktu untuk menitipkan anak pada orangtua,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: